Kamis, 02 April 2009

Warga Tionghoa Semakin Solid


Ramai-ramai Bentuk Tim Sukses di Daerah
Kaltim Post, Jumat 3 April 2009

SAMARINDA – Warga Tionghoa di Kaltim semakin solid saja memperjuangkan lolosnya Ir H Agus Tantomo Mbus ke DPR RI. Mereka tidak lagi melihat partai yang mencalonkan Agus Tantomo, tetapi lebih kepada figur Agus Tantomo yang dinilai tepat menjadi wakil Kaltim di Pemerintah Pusat. Untuk mendorong mulusnya perjalanan Agus Tantomo ke Senayan, warga Tionghoa membentuk tim-tim pemenangan di daerah kabupaten-kota se-Kaltim.
Ronnie Ngo di jejaring sosial Facebook menuliskan pesannya. Menurut Ronnie, mereka mendukung penuh Agus Tantomo karena dinilai cerdas, enerjik dan muda. “Kami remaja dan pemuda Tionghua Samarinda, Berau dan Balikpapan mendukung penuh abang kami H.Agus Tantomo untuk maju ke senayan. Karena menurut kami beliau sangat cerdas, enerjik dan masih sangat muda,” tulis Ronnie.
Pengalaman Agus Tantomo di politik, kata Ronnie, sudah tidak diragukan lagi. Dikatakan, mereka Tidak memandang partai apapun, tapi mereka memandang sosok yang cocok untuk memperjuangkan dan memajukan Kaltim di pusat. “Maka kami meminta kawan-kawan remaja & pemuda Tionghoa Samarinda, Balikpapan dan Berau bahkan Kaltim, mendukung penuh Haji Agus Tantomo untuk terpilih sebagai anggota DPR-RI,” tegasnya.
Sementara Yansen, tokoh masyarakat Tionghoa di Berau mengatakan, mereka sudah gerilya ke masyarakat Tionghoa di Berau maupun Tarakan, untuk memenangkan Agus Tantomo. Yansen yakin, suara masyarakat Tionghoa khususnya di Berau dan Tarakan, bulat untuk Agus Tantomo. “Saya yakin, sangat yakin, suara masyarakat Tionghoa bulat untuk Agus Tantomo. Masyarakat Tionghoa dikenal solid, apalagi untuk kepentingan yang seperti ini, kepentingan pembangunan daerah,” kata Yansen.
Agus Tantomo, menurut Yansen, sangat layak menjadi wakil masyarakat Kaltim di Jakarta. “Kami optimis, Agus Tantomo mampu menjadi wakil rakyat yang handal, yang bisa memperjuangkan Kaltim di pusat,” tegas Yansen.
Dihubungi secara terpisah, Hendry, tokoh masyarakat di Tarakan membenarkan komentar Yansen. Menurutnya, masyarakat Tionghoa di Tarakan solid mendukung Agus Tantomo. Gerakan demi gerakan penggalangan suara sudah dilakukan hingga menjelang hari pencontengan 9 April 2009 mendatang.
“Kami yakin, Agus Tantomo menang. Suara kami bulat untuk Agus Tantomo,” tegasnya. Namun Hendy menyarakan agar harian ini menghubungi Oi Janet, tokoh masyarakat Tionghoa Tarakan untuk komentar lainnya. “Sebaiknya hubungi Pak Oi, beliau yang lebih pantas bicara, karena beliau tokoh kami di sini. Ini beliau ada di tokonya,” kata Hendy.
Namun Oi tidak dapat dihubungi karena telepon selulernya tidak aktif. “Yang pasti, kami bulat mendukung Agus Tantomo!” tegas Hendy di akhir wawancara. (art)

Rabu, 01 April 2009

Ada 4 Modal Agus Tantomo ke Senayan

Imam Mundjiat: Intelektual Muda, Pengalaman, Orang Kaltim, Dikenal
Kaltim Post & Tribun Kaltim, edisi Rabu 1 April 2009

SAMARINDA – Semakin banyak saja tokoh Kaltim yang berharap dan mendoakan agar Ir H Agus Tantomo Mbus, caleg DPR RI nomor urut 2 dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) agar lolos ke Senayan. Harapan yang besar itu dinilai wajar diberikan kepada Agus Tantomo, karena Agus dinilai mampu mewakili Kaltim di Pemerintah Pusat, khususnya di lembaga legislative, yakni DPR RI.
Setelah dukungan dan doa datang dari petinggi PPP, bupati, mantan bupati serta professional, kini dukungan dan doa itu datang dari H Imam Mundjiat, mantan kolega Agus Tantomo ketika masih di PDIP dulu. Imam menyatakan sependapat dengan komentar mantan sekretaris DPD PDIP Kaltim Sukardi Djarwo Putero, yang menyebutkan bahwa memilih Agus Tantomo adalah kepentingan daerah, bukan kepentingan partai.
“Karena Kaltim memang membutuhkan orang seperti Pak Agus di DPR RI. Karenanya, saya sendiri caleg Partai Merdeka, tetapi saya logis melihat bahwa salah satu orang Kaltim yang patut dipilih untuk di DPR RI adalah Agus Tantomo,” kata Imam, kepada harian ini, kemarin.
Ia menyebut istilah ‘salah satunya’ mengingat ada delapan kursi yang diperebutkan untuk daerah pemilihan Kaltim. “Ada 4 modal utama Pak Agus untuk menjadi wakil Kaltim di pusat,” tambah Imam.
Keempat modal dimaksud, yakni Agus Tantomo adalah intelektual Muda. Dengan kualitas SDM yang mumpuni, Agus dapat melihat, mendengar, menganalisa dan memilih, persoalan mana saja yang prioritas untuk diperjuangkan di Jakarta untuk rakyat Kaltim.
Modal kedua yakni asli Kaltim, sehingga Agus sangat memahami persoalan Kaltim, karena tak hanya membacanya di media massa, tetapi Agus ikut merasakans persoalan Kaltim. “Karena itulah, caleg yang orang Kaltim harus prioritas dipilih. Jangan memilih caleg yang bukan orang Kaltim. Apa yang diperjuangkan kalau dia sendiri tidak tahu masalah Kaltim, karena tidak tinggal di Kaltim,” tegas Imam.
Modal ketiga, yakni pengalaman. Dengan sejumlah aktivitas Agus dan pernah juga di DPRD Kaltim, membuat Agus memiliki sejumlah pengalaman dan menambah pengetahuan tentang persoalan-persoalan Kaltim.
“Nah, modal keempat adalah sudah dikenal secara luas oleh masyarakat Kaltim. Ini juga penting, karena menjadi ukuran bahwa Pak Agus tidak elitis, tidak hanya di atas, tetapi juga sering ke bawah, ke masyarakat. Bagaimana bisa jadi wakil rakyat, kalau tidak saling mengenal. Si wakil rakyat tidak mengerti rakyatnya, si rakyat tidak tahu wakilnya,” ujar Imam.
Imam yang kini menjadi caleg DPRD Kaltim dari Partai Merdeka pun mengakui, bahwa bicara Agus, adalah bicara kepentingan Kaltim. ”Walau Pak Agus Tantomo dari partai lain sekalipun, saya tetap mendoakan dan mendukung Pak Agus. Ini bukan persoalan partainya, bukan kepentingan partai, tetapi kepentingan daerah, bahwa Kaltim perlu orang seperti Agus Tantomo,” ujar Imam, yang juga mantan anggota DPR RI dan DPRD Kaltim dari Fraksi PDIP.
Hal senada juga diungkapkan Sukardi Djarwo Putro sebelumnya. “Saya, sebagai orang PDIP menaruh harapan besar pada Agus Tantomo, dibanding caleg PDIP sendiri. Komitmennya jelas, teruji, ketika kami sama-sama di DPRD Kaltim,” ujar Djarwo, mantan ketua DPRD Kaltim itu.
Saat masih di DPRD Kaltim, tambah Djarwo, Agus dikenal gigih dalam memperjuangkan anggaran untuk daerah-daerah di Kaltim. Ia tidak pernah hanya memperjuangkan daerah asal pemilihannya, Berau, tetapi juga daerah lain.
Di akhir wawancara kemarin, Imam mengimbau agar masyarakat Kaltim memilih Agus Tantomo. ”Ada 8 kursi yang diperebutkan. Salah satu yang layak menduduki kursi itu adalah Pak Agus Tantomo. Saya mengimbau rakyat Kaltim, yang inin Kaltim maju, agar memilih Pak Agus Tantomo,” ujarnya.
Imam sendiri kini memilih ’hanya’ menjadi caleg DPRD Kaltim, bukan DPR RI. ”Saya sudah tua. Sudah lelah kalau pulang pergi Kaltim-Jakarta. Maka dari itu, serahkan ke yang muda seperti Pak Agus Tantomo,” ujar Imam. (art)

Minggu, 29 Maret 2009

Tokoh PDIP Doakan Agus Tantomo Lolos ke Senayan

Djarwo: Ini Kepentingan Kaltim, Bukan Kepentingan Parpol

SAMARINDA – Banyak kalangan yang berharap Ir H Agus Tantomo Mbus, caleg DPR RI Nomor urut 2 dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) lolos ke Senayan (baca: DPR RI) untuk menjadi wakil rakyat Kaltim di pusat. Harapan tersebut wajar, mengingat kualitas figur yang mumpuni untuk memperjuangkan hak-hak Kaltim. Kali ini harapan tersebut datang dari mantan kolega Agus Tantomo di DPRD Kaltim maupun di Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) H Sukardi Djarwo Putero. Bahkan ia meyakini Agus Tantomo pasti terpilih.
“Saya yakin, Agus Tantomo pasti lolos ke Senayan. Masyarakan Kaltim tahu siapa Agus Tantomo, sehingga rakyat Kaltim memilihnya,” kata Djarwo, saat dihubungi koran ini kemarin.
Djarwo yang tengah melaksanakan ibadah umroh saat dihubungi kemarin mengatakan, sebagai warga PDIP, Djarwo tak lagi bicara kepentingan parpol, tetapi bicara kepentingan daerah. Dibanding caleg PDIP sendiri, jika bicara kualitas dan komitmen kedaerahannya, ia lebih memilih Agus Tantomo yang kini di PPP.
“Saya, sebagai orang PDIP menaruh harapan besar pada Agus Tantomo, dibanding caleg PDIP sendiri. Komitmennya jelas, teruji, ketika kami sama-sama di DPRD Kaltim,” ujar Djarwo, mantan ketua DPRD Kaltim itu.
Saat masih di DPRD Kaltim, tambah Djarwo, Agus dikenal gigih dalam memperjuangkan anggaran untuk daerah-daerah di Kaltim. Ia tidak pernah hanya memperjuangkan daerah asal pemilihannya, Berau, tetapi juga daerah lain.
“Dulu saya merasa terbantu sekali dengan Agus Tantomo. Ide-ide saya juga selalu didukungnya. Sebagai pimpinan, saya hanya bicara A, Agus langsung mengembangkannya hingga Z. Beliau memang cerdas dan gigih,” tegas Djarwo.
Karenanya, ia menilai, adalah kerugian besar bagi PDIP ketika harus kehilangan Agus yang kini menjadi warga PPP, partai berlambang Ka’bah itu. “Agus itu aset partai, aset daerah. Sekarang, PDIP sudah kehilangan Agus Tantomo. Jangan sampai daerah yang kehilangan Agus. Jika sampai Agus Tantomo tidak lolos ke Senayan, menurut saya, daerah kehilangan Agus,” kata Djarwo.
Ditambahkannya, ia tidak rela kalau DPR RI itu diisi oleh petualang-petualang politik, yang tidak pernah berfikir untuk daerah. “Sudah Pemilu begini baru ngaku orang Kaltim, pasang foto di sana sini. Di luar Pemilu, tak jelas kontribusinya. Jangankan untuk kepentingan daerah, untuk kepentingan partai saja tidak jelas. Caleg begini tidak layak dipilih,” tegas Djarwo sambil menyebut nama salah seorang caleg namun off the record.
Untuk itu, agar diberi jalan yang lapang bagi Agus Tantomo menuju Senayan, Djarwo mengaku mendoakan Agus selama melaksanakan ibadah umroh. “Saya doakan, mudah-mudahan Agus Tantomo terpilih. Selain itu, yang utama, saya juga mendoakan agar Kaltim tetap aman dalam pelaksanaan Pemilu,” ujarnya. (art)

Sabtu, 28 Maret 2009

Rela Keluarkan Dana Miliaran, Sulit Pahamkan Cara Conteng


Cara Para Caleg Memikat Konstituen untuk Meraup Suara (5-Habis)
Kaltim Post, Minggu, 29 Maret 2009

Mendekati konstituen di daerah terpencil diyakini akan memberikan pengaruh pada perolehan suara. Demi menemui konstituennya, apapun dilakukan. Termasuk menggelontorkan uang miliaran rupiah. Namun ada juga caleg yang hanya menyambangi keluarganya karena alasan efisiensi.
SUARA yang disumbangkan setiap orang tidak melihat asal daerahnya, apakah ia tinggal di kota atau di tengah pulau yang sulit dijangkau. Itulah alasan Agus Tantomo, caleg dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) untuk DPR RI dari daerah pemilihan Kaltim kenapa getol mendatangi lokasi-lokasi terpencil. Karena alasan ini pula, Agus rela menggelontorkan uang hingga lebih dari Rp 1 miliar untuk alasan akomodasi dan transportasi sebagai syarat pertemuan dengan konstituennya.
Selama 5 bulan terakhir, Agus sudah berkeliling Kaltim dan mendarat di beberapa pulau yang mungkin sangat jarang terdengar di telinga masyarakat Kaltim kebanyakan. Ia pernah mendatangi Pulau Tadutan yang masih dalam teritori Kutai Kartanegara (Kukar) di Kecamatan Muara Badak. Meski populasi penduduknya hanya ratusan orang, ia bersama tim menyambangi pulau kecil yang hanya bisa dijangkau dengan transportasi air.
Bukan hanya itu, gugusan pulau di sekitar Derawan seperti Pulau Maratua atau Pulau Panjang di Kabupaten Berau juga menjadi salah satu titik persinggahannya. Agus menilai, animo masyarakat di lokasi seperti ini sangat tinggi. Masalahnya dari mereka masih banyak yang belum mengetahui pelaksanaan Pemilu serta tata caranya. “Yang lebih pusing sebenarnya memberikan pengarahan bagaimana tata cara mencoblos yang sah.
Ternyata informasi dari KPU kepada masyarakat di daerah terpencil seperti itu masih sangat kecil. Kalau boleh dikatakan malah belum menjangkau, kecuali bagi pada perangkat desa dan calon petugas TPS,” ungkapnya. Agus menilai, kewajiban mendapatkan informasi seharusnya disamakan dengan hak sebagai warga negara lainnya. Namun ia tidak menepis jika KPU se-Kaltim terkendala dengan sosialisasi seperti ini. “Ya boleh berbangga, saya juga ikut andil membantu KPU sosialisasi,” ujarnya diselingi nada bercanda.
Mengenai metode pengerahan massa di lapangan, Agus tidak menampik hal itu perlu dilakukan. Tapi pertemuan secara langsung tidak harus dalam jumlah banyak. Ia pernah melakukan sosialisasi di hadapan 6 orang. Namun kuantitas yang bisa dihitung dengan jari dinilainya tidak mengurangi kualitas pertemuan. Hingga kini, Agus mencatat sudah 138 kali melakukan pertemuan dengan kelompok masyarakat dan menargetkan melakukannya hingga 150 kali. “Kalau sedikit tapi kualitasnya bagus, saya pikir akan lebih efektif.
Jumlah massa banyak memang penting, tapi tidak semua pertemuan harus dengan jumlah besar,” ujarnya. Hal senada ternyata juga menjadi pilihan Dahri Yasin yang maju sebagai caleg DPRD Kaltim dari Partai Golkar dapil Samarinda. Menurutnya, pertemuan dengan masyarakat dalam jumlah sedikit lebih mengena daripada harus mengumpulkannya di tengah lapangan.
Ia menganggap kualitas pertemuan lebih penting dari sekedar ingar bingar kampanye di lapangan. “Sembilan puluh sembilan persen yang saya lakukan pertemuan dari rumah ke rumah. Tapi kegiatan di lapangan juga sebenarnya perlu meski harus mengeluarkan biaya besar,” ujarnya. Hanya saja fenomena pengetahuan masyarakat di perkotaan seperti yang menjadi konstituen Dahri Yasin, juga sejalan dengan apa yang dialami Agus Tantomo.
Yaitu tingkat pengetahuan akan tata cara pemungutan suara yang sah. Meski persentasenya lebih kecil, masyarakat di perkotaan juga tidak semuanya memahami cara conteng dalam pemilu kali ini. “Ada beberapa yang menanyakan seperti apa pemungutan suara yang benar. Tapi justru yang bertanya adalah mereka yang sudah tahu, nah kesulitannya adalah kalau yang tidak menanya ternyata orang yang buta huruf, atau cacat fisik.
Ini yang kadang saya temui di lapangan,” urainya. Mengenai dana yang dikeluarkan selama kampanye, Dahri Yasin mengatakan tidak terlalu jor-joran. Karena di dapil Samarinda yang memiliki cakupan wilayah relatif sempit, ongkos yang paling banyak keluar ternyata untuk pos sosialisasi melalui baliho. Ditaksir pengeluarannya mencapai puluhan juta. “Paling banyak untuk baliho, kalau hitungan puluhan juta ya ada.
Tapi tidak sampai ratusan,” ujar Ketua DPC Golkar Samarinda ini. Tak berbeda dengan calon lain, caleg DPR RI Nomor 1 dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Yayan Aliansyah termasuk yang juga sibuk untuk sosialiasi. Ia menyadari dengan kemenangan caleg ditetapkan dengan sistem suara terbanyak, tentu caleg harus dikenal masyarakat. Bukan hanya menggunakan media massa, tetapi juga mendatangi masyarakat.
Termasuk memahamkan caranya menconteng yang benar. "Kalau soal pilihan, tentu menyangkut hati nurani. Semua kita serahkan ke masyarakat," kata mantan anggota DPRD Samarinda ini. Di usianya yang baru 41 tahun, Yayan memang bukan politikus kemarin sore. Soal keteguhan prinsip dan komitmen moral, ia sudah menunjukkannya dengan mundur dari DPRD.
Soal kesiapan pribadi sebagai caleg, terutama secara finansial, ditunjukkannya dengan punya sejumlah bisnis. "Sebagai pengusaha, saya mungkin akan memperoleh kemudahan dengan menjadi anggota Dewan karena akan banyak teman. Namun mencari materi bukanlah tujuan saya. Toh sebagai pengusaha, saya mampu hidup dengan baik," tegas pria yang beristrikan Sekretaris Camat Samarinda Utara dengan 1 putra ini.
Bagi Yayan, menjadi anggota DPR-RI adalah medan besar dari keinginannya berbuat lebih baik untuk Kaltim. Apalagi Yayan punya sejumlah alasan sehingga maju ke DPR RI dari PKB. Pertama, ia gelisah karena saat ini di Kaltim banyak persoalan yang perlu diperjuangkan di tingkat pusat, sementara anggota DPR-RI asal Kaltim tak menunjukkan greget.
Alasan kedua, tak berbeda dengan sejumlah Pemilu sebelumnya, kali ini pun, banyak caleg DPR-RI yang bukan orang Kaltim. “Catatan saya menunjukkan, dari 33 caleg DPR-RI di nomor urut satu, hanya 40 persen orang Kaltim,” katanya. Kalau Mahkamah Konstitusi tak mengeluarkan keputusan bahwa suara terbanyaklah yang terpilih, boleh jadi lagi-lagi yang bukan warga Kaltim-lah wakil provinsi ini di Senayan, Jakarta. “Bagaimana mereka mampu memperjuangkan kepentingan Kaltim, kalau mereka tak pernah merasakan persoalan di sini,” katanya.(*/obi)

Perbanyak Minta Nasehat Habib


Melihat Aktivitas Agus Tantomo Menjelang Pemilu

SAMARINDA- Beberapa hari lagi menjelang hari pencontengan (baca: pemilu legislatif), Ir H Agus Tantomo Mbus, caleg DPR RI No urut 2 dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) semakin meningkatkan intensitas kegiatan silaturrahmi dengan masyarakat, penyebaran alat kampanye serta melakukan koordinasi dengan jaringannya se-Kaltim. Namun di tengah kesibukannya itu, intensitas yang juga meningkat adalah kegiatan komunikasi dengan guru spiritualnya, Habib Ali Al Qadri.
“Jika ada kesempatan, saya selalu menemui beliau (Habib Ali). Tapi jika tidak bisa bertemu langsung, saya telepon beliau, minta nasehat,” kata Agus Tantomo, kepada Kaltim Post, kemarin.
Agus mengakui, persaingan untuk memperoleh kursi di Senayan sangatlah ketat dan keras. Tak dipungkiri, berbagai persoalan harus dihadapi Agus dan timnya di lapangan. Tak jarang, sebagai manusia, emosi dan kekecewaan pun melanda. Untuk itu, Agus menilai perlu melakukan kontemplasi dan nasehat-nasehat yang dapat menetralisir keadaan.
“Agar jalan tetap lurus, di jalan Nya. Tidak melakukan hal-hal yang tidak dibenarkan oleh hkum Negara maupun agama. Karena itu, saya merasa perlu mendapat siraman rohani secara terus menerus dari guru spiritual saya, sekaligus orangtua saya,” ujar Agus.
Guru spiritual sekaligus orangtua yang dimaksud agus Tantomo adalah Habib Ali Al Qadri, yang selama ini menjadi tempatnya mengadu dan minta nasehat. Habib Ali Al Qadri, yang bertempat tinggal di Jln M Yamin, dekat stadion Sempaja ini sejak lama sudah menjadi guru spiritual sekaligus orangtua Agus.
“Saya belakangan ini semakin intens komunikasi dengan beliau, juga ingin diberi ’sangu’ ilmu dan pemahaman-pemahaman ke-Islaman, yang kelak akan menjadi pegangannya saya jika Allah berkehendak, saya lolos ke Senayan. Agar apa yang saya kerjakan di Senayan nanti benar-benar melaksanakan amanah rakyat di jalan Nya,” ujar Agus.
Pertemuan terakhir Agus Tantomo dengan Habib Ali Senin (2/3) malam kemarin di kediaman Habib, yang kebetulan tengah menggelar pengajian bersama ratusan jamaahnya. Tak pelak, Agus Tantomo pun kemudian diperkenalkan dengan jamaah Habib Ali.
“Hai Gus, kenapa tidak kasih tahu kalau datang? Ayo sini, dekat sini,” kata Habib Ali setelah melihat Agus yang ternyata duduk tak jauh darinya, minta agar Agus mendekat.
Habib pun kemudian memperkenalkan Agus dengan jamaahnya dan mengimbau agar jamaahnya memilih Agus pada Pemilu Legislatif April 2009 mendatang. ”Ini, telah hadir Bapak Agus Tantomo. Beliau caleg PPP untuk DPR RI. Bapak ibu nanti pilih beliau ya, di Pemilu,” imbau Habib.
Agus tentu kaget dengan imbauan itu, karena niat kedatangannya ke rumah Habib tak lain untuk minta nasehat. ”Ya saya kaget, karena imbauan ini disampaikan oleh Habib Ali, tokoh pemimpin umat. Saya bersyukur dapat dukungan ini,” kata Agus lagi.
Agus mengakui, ia memang sudah sangat lama kenal dekat dengan Habib Ali. Sehingga Habib Ali pun sudah sangat memahami dirinya. Jika kemudian Habib Ali bersikap mendukung pencalonannya, adalah hal yang wajar.
”Habib tentu memberi dukungannya secara selektif. Beliau adalah tokoh panutan, tokoh Agama. Nama baik beliau yang dipertaruhkan,” ujar Agus.
Untuk itu, Agus pun berjanji akan menjaga amanah tersebut. Insyallah, katanya, ia akan melaksanakan tugasnya di Senayan, semata untuk mewujudkan keinginan dan kebutuhan masyarakat Kaltim terhadap Pemerintah Pusat.
”Insyaallah, jika Allah berkehendak saya ke Senayan, pemahaman-pemahaman ke-Islaman yang telah diberikan Habib ke saya, akan terus menerus menjadi pegangan dan tuntunan saya melaksanakan tugas sebagai wakil rakyat. Amin,” tegas Agus mengakhiri keterangannya. (art)

Agus Tantomo Berdoa Kampanye Berlangsung Damai


SAMARINDA – Ir H Agus Tantomo Mbus, calon anggota (caleg) DPR RI No urut 2 dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) berdoa agar kampanye terbuka Pemilu legislatif yang dimulai sedari kemarin, berlangsung damai, tanpa ada persoalan yang hanya akan menyengsarakan rakyat. Ia pun berharap di hari-hari terakhir ini rakyat semakin dapat mengenal caleg yang ada untuk kemudian memilihnya. Bagaimanapun, pilihan rakyat sangat menentukan masa depan bangsa ini.
”Mudah-mudahan kita dapat melalui masa kampanye terbuka ini dengan damai, tanpa harus mengorbankan masyarakat. Saya selalu berdoa untuk itu,” kata Agus Tantomo, kepada Kaltim Post, kemarin.
Dikatakan, kampanye terbuka dengan banyaknya jumlah parpol peserta pemilu, tak dimungkiri bisa saja menimbulkan persoalan. Namun ia yakin, dengan semakin dewasanya peserta kampanye, kemungkinan-kemungkinan munculnya persoalan tadi dapat dihindari.
”Rakyat hanya perlu realisasi dari janji yang disampaikan oleh caleg maupun partai. Bukan persoalan yang dapat menganggu ketertiban dan keamanan, yang hanya akan mengganggu ketenangan masyarakat,” ujar Agus.
Kepada masyarakat pun, Agus Tantomo berharap agar menjelang hari-hari terakhir pemilu 2009 ini, semakin memantapkan pilihannya, dengan cara betul-betul mengenal caleg yang akan dipilih, baik untuk DPRD Kota/Kabupaten, DPRD Kaltim, DPR RI maupun DPD.
Mengenal, kata Agus Tantomo, tidak sekedar tahu nama, nomor urut dan parpolnya, tetapi juga kualitas personal caleg dimaksud. Karena masa depan bangsa ini akan ditentukan oleh kualitas caleg yang dipilih rakyat nanti.
”Sebelum menjatuhkan pilihan, pelajari dulu dengan seksama. Jangan hanya karena kekawalan (pertemanan), langsung dipilih. Kualitas kepribadian, pendidikan dan wawasan, itu penting. Yang diurusi ini kan negara, bukan main-main,” tegas Agus.
Agus sendiri siap tidak dipilih teman sendiri, jika dinilai tidak mampu. Namun ia yakin, dengan kualitas personalnya serta pengalaman, ia mampu menjadi wakil rakyat di DPR RI yang akan memperjuangkan hak rakyat Kaltim di Pemerintah Pusat. ”Insyaallah, saya siap lahir bathin untuk menjadi wakil rakyat,” tegas Agus.
Di kesempatan kemarin Agus Tantomo juga mengimbau masyarakat untuk bersama-sama menjaga kemungkinan terjadinya praktik politik uang (money politic). Karena pelaku politik uang dapat dipastikan sebagai orang yang bermental tidak terpuji, dengan menghalalkan segala cara untuk mendapatkan sesuatu.
”Kalau sudah ada praktik politik uang, itu rusak semuanya. Rusak pelakunya, rusak sistemnya. Apa jadinya jika orang bermental seperti ini terpilih, masuk ke sistem pemerintahan?” ujar Agus.
Karena itu, Agus mengimbau agar rakyat menghindari praktik politik uang. ”Jangan sampai dipilih orangnya!” kata Agus lagi. (art)

Balikpapan Mantap, Berau Tak Terbendung

Abdul Hafid: Agus Tantomo Membawa Keuntungan bagi PPP

SAMARINDA – Perkembangan tingkat elektibilitas (kedipilihan) Ir H Agus Tantomo Mbus di Balikpapan ternyata di luar dugaan. Masyarakat di kota minyak ini sangat antusias terhadap Agus Tantomo, yang dikenal sebagai caleg profesional. Maklum, Balikpapan selama ini memang disebut sebagai kota dengan masyarakat yang cerdas dan lebih rasional. Dalam menentukan pilihan pun, masyarakat Balikpapan sangat selektif dengan pertimbangan kualitas personal.
“Hasil pemantauan dan analisasi kami di lapangan, tingkat antusiasme masyarakat terhadap Pak Agus Tantomo di luar dugaan. Pak Agus sangat populer dan dipilih,” kata Usman Daming, tokoh Balikpapan yang juga caleg Partai Persatuan Pembangunan (PPP) untuk DPRD Balikpapan.
Menurut Usman, masyarakat Balikpapan selama ini dikenal sangat selektif dalam memilih kepala daerah maupun caleg. “Masyarakat Balikpapan dikenal lebih rasional dan cerdas. Ketika pilihannya jatuh pada Agus Tantomo, ini benar-benar perkembangan yang menarik,” ujar Usman.
Untuk Balikpapan, kata Usman, caleg DPR RI yang dikenal hanyalah Agus Tantomo. Ini antara lain karena Agus Tantomo sering melakukan kegiatan turun ke masyarakat. Dalam beberapa kesempatan, Agus didampingi Caleg DPRD Kaltim Hj Kasriyah.
Agus yang sedang bertarung untuk lolos ke Senayan dengan nomor urut 2 dari PPP, menurut Usman, dikenal di masyarakat Balikpapan sebagai figur muda yang cerdas, profesional serta mapan ekonominya, sehingga diharapkan jauh dari korupsi.
“Insyaallah, Balikpapan mantap pilihannya, yakni Agus Tantomo untuk DPR RI. Kami yakin, beliau amanah, siap menjadi wakil rakyat di DPR RI,” ujar Usman.
Secara terpisah, Ketua Dewan Penasehat PPP Berau H Abdul Hafid mengatakan, PPP mengunggulkan Agus Tantomo sebagai caleg DPR RI untuk lolos ke Senayan. Mereka di Berau, kata Abdul Hafid, all out bekerja untuk Agus Tantomo agar terpilih dan lolos ke Senayan.
“Sebagai putera daerah yang sudah teruji, kami punya kewajiban untuk mendukung Agus Tantomo agar lolos ke DPR RI. Kami tidak ingin sampai diwakili oleh figur yang bukan putera daerah,” tegas Abdul Hafid yang juga ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Berau.
Dikatakan, dukungan masyarakat Berau kepada Agus Tantomo tak terbendung hingga menjelang Pemilu legislatif 9 April 2009 mendatang. “Insyallah, doa kami selalu untuk Agus Tantomo,” tambah bapak dari Wakil Bupati Berau A Rivai dan caleg PPP untuk DPRD, Gamalis.
Abdul Hafid mengakui, bergabungnya Agus Tantomo ke PPP, membawa keuntungan tersendiri bagi partai berlambang Ka’bah tersebut. Karena Agus Tantomo figur yang punya nilai lebih. Tak saja muda, pengalaman dan cerdas, tetapi Agus termasuk muslim yang taat.
“Agus Tantomo adalah mualaf yang taat. Pilihan menjadi muslim dijalani dengan sebenar-benarnya. Ini yang saya salut,” jelas Abdul Hafid.
Bahkan bergabungnya Agus Tantomo di PPP sama sekali tidak menimbulkan konflik internal. Warga PPP dengan tangan terbuka menyambut Agus Tantomo. “Agus orang yang santun, bisa menempatkan diri. Sebagai orang baru di PPP, kami semua menyambutnya dengan tangan terbuka. Insyallah, Agus Tantomo lolos ke Senayan,” ujar Abdul Hafid. (art)

Masdjuni: Di Berau, Hanya Agus Tantomo


SAMARINDA – Semakin mendekati hari pencontengan (baca: PemiluLegislatif), sikap masyarakat pemilih semakin jelas.Bahkan sejumlah nama calon anggota legislatif semakin mengkristal. Tidak ada kebingungan pada masyarakat dengan banyaknya jumlah caleg, karena masyarakat semakin cerdas dalam memilih, yakni caleg-caleg yang berkualitas. Di Berau saja misalnya, untuk DPR RI, masyarakat hanya memilih Ir H Agus Tantomo Mbus, caleg no urut 2 DPR RI dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP).
“Kalau masyarakat Berau ditanya pilih siapa, hanya ada satu nama, yakni Agus Tantomo,” kata H Masdjuni, tokoh masyarakat Berau. Mantan bupati Berau ini menilai wajar jika masyarakat Berau menentukan pilihannya terhadap Agus Tantomo, mengingat Agus adalah salah seorang putera terbaik Berau. Selama ini Agus sudah sangat dikenal masyarakat Berau sebagai putera Berau yang punya komitmen tinggi terhadap daerah kelahirannya.
“Tidak hanya saya, tetapi masyarakat Berau sangat mengenal Agus Tantomo,” tegas Masdjuni, yang kini masih menetap di Berau setelah tidak menjabat sebagai bupati.
Menurut Masdjuni, orang seperti Agus Tantomo sangat diperlukan untuk bisa menjadi wakil rakyat di pusat. Agus yang selama ini sudah teruji komitmennya terhadap daerah, diyakini akan mampu membawa aspirasi masyarakat di Pemerintah Pusat.
“Kita, masyarakat Berau, sudah merasakan manfaat Agus Tantomo duduk di lembaga legislatif, ketika beliau masih di DPRD Kaltim. Karenanya wajar, jika masyarakat menginginkannya kembali duduk di kursi legislatif. “Insyaallah, Berau siap memenangkan Agus Tantomo,” tegas Masdjuni.
Secara terpisah, tokoh Tionghoa Balikpapan Akin Sudharta kepada harian ini mengatakan, masyarakat Tionghoa sangat berharap Agus Tantomo terpilih sebagai anggota DPR RI. Karena masyarakat Tionghoa sudah sangat mengenal Agus. “Bukan karena kami warga Tionghoa lantas memilih Agus Tantomo yang juga Tionghoa, tetapi karena kami mengenal siapa Agus Tantomo. Orang muda yang cerdas, berpengalaman, bisa diandalkan,” kata Akin.
Menurut Akin, mereka menentukan pilihan tidaklah sembarangan, karena ini menyangkut nasib bangsa hingga 5 tahun ke depan. Tidak mungkin mereka memilih caleg yang kualitasnya tidak jelas. Terlebih Agus Tantomo adalah warga Tionghoa, menjadi penguat pilihan mereka.
“Pilihan kami tidak berubah. Mudah-mudahan Agus Tantomo lolos ke Senayan,” harap Akin.
Sementara tokoh masyarakat Kaltim HM Jos Soetomo secara terpisah menegaskan pilihan politiknya. “Pokoknya harus orang Kaltim! Ini pemilihan langsung, orang Kaltim harus memanfaatkan momen ini. Rakyat Kaltim harus pilih orang Kaltim,” tegas Jos Soetomo. (art)

Kaltim Perlu Intelektual Muda di Senayan

Mahmud-Hartono Optimis Agus Tembus DPR RI

SAMARINDA – Kaltim dengan segenap kekayaan dan persoalannya berkenaan dengan kebijakan Pemerintahn Pusat, membutuhkan intelektual muda untuk duduk di DPR RI, mewakili rakyat Kaltim guna memperjuangkan aspirasi bagi kesejahteraan rakyat. Alangkah indahnya jika masyarakat Kaltim yang beragam suku budayanya ini juga dapat terwakilkan di lembaga legislatif. Tentu dengan catatan, harus figur yang mumpuni.
Demikian wawancara dengan dua tokoh masyarakat Kaltim secara terpisah, kemarin, masing-masing tokoh masyarakat Bugis Makkasar H Mahmud ZA dan tokoh masyarakat Dayak Rudi Hartono. Mereka diwawancarai berkenaan dengan banyaknya pilihan caleg pada Pemilu 2009, khususnya caleg DPRRI. Mereka berpendapat, masyarakat harus jeli dalam memilih caleg karena menyangkut nasib Kaltim hingga 5 tahun mendatang.
“Untuk membela Kaltim, kita perlu orang muda yang berwawasan,” kata Mahmud dan Hartono, sependapat.
Mahmud yang juga ketua presidium Forum Kerukunan Persaudaraan Masyarakat Kalimantan Timur (FKPMKT) mengatakan, di FKPMKT terdapat perwakilan seluruh etnis dan suku di Kaltim termasuk Tionghoa. Ia menyebut nama Ir H Agus Tantomo Mbus sebagai figur yang tepat untuk duduk di DPR RI.
“Selain masalah keterwakilan, Pak Agus Tantomo menurut saya, adalah figur yang mumpuni, sebagai intelektual muda. Beliau adalah orang bisnis, yang sudah terbiasa mengambil kebijakan-kebijakan strategis, dengan latar belakang kemampuannya,” ujar Mahmud, yang juga suami dari calon anggota DPD Ir Hj Nur Andriyani Mahmud.
Dikatakannya, Agus Tantomo, selain memiliki kemampuan intelektual, juga punya pengalaman duduk di DPRD Kaltim. Sehingga ia optimis, kepentingan Kaltim di pusat akan terakomodir jika Kaltim diwakili oleh figur dengan kapasitas dan kapabilitas seperti Agus Tantomo.
“Sebaiknya kita berikan kesempatan kepada orang muda untuk membawa kepentingan rakyat Kaltim di Pusat. Orang muda tentu lebih enerjik dan kreatif, apalagi dengan bobok intelektualitasnya yang mumpuni. Ini sangat menguntungkan Kaltim,” tegasnya.
Sementara secara terpisah, Rudi Hartono, tokoh masyarakat Dayak mengatakan, untuk memperjuangkan Kepentingan Kaltim di Pusat, tentu harus menguasai persoalan Kaltim. Tinggal menetap di Kaltim pun, menurut Hartono, belum tentu menguasai persoalan Kaltim.
“Sesama putera kelahiran Tanjung Redeb, Berau, saya tahu betul tindak tanduk Pak Agus itu. Beliau rutin pulang ke Berau dan lebih sering memilih melewati jalan darat. Padahal dengan keadaan ekonominya, tak menjadi persoalan bagi Pak Agus untuk ke Berau dengan pesawat. Tapi beliau memilih lewat darat, agar memahami benar persoalan Kaltim khususnya infrastruktur,” kata ketua sejumlah organisasi masyarakat Adat Dayak ini.
Hartono aktif di organisasi masyarakat Adat Dayak, antara lain Ketua Dewan Ketahanan Adat Dayak Kutai Banjar Kaltim, wakil ketua Laskar Dayak Kaltim dan beberapa organisasi lainnya.
Menurut Hartono, rakyat harus jeli dalam memilih caleg pada Pemilu mendatang, agar Kaltim tidak seperti sekarang, yang nasibnya tidak maksimal diperjuangkan di pusat. Jika salah pilih, maka Kaltim kembali diperlakukan tidak adil oleh pemerintah pusat hingga 5 tahun mendatang.
“Kami optimis Pak Agus Tantomo terpilih ke Senayan. Saya berharap, agar aspirasi masyarakat Dayak bisa diperjuangkan,” ujar Hartono.
Mahmud pun demikian, yang mengaku optimis bahwa Agus Tantomo akan dipilih rakyat Kaltim untuk menjadi pejuang Kaltim di Jakarta. “Insyaallah. Dalam kondisi seperti ini, masyarakat tidak lagi melihat Agus Tantomo itu berasal dari partai mana. Masyarakat lebih melihat figur, karena kebutuhan rakyat Kaltim terhadap figur yang mumpuni,” ujar Mahmud. (art)

PPP Unggulkan Agus Tantomo untuk DPR RI


SMS Aspirasi Juga ‘Banjir’, Banyak Doa untuk Agus

SAMARINDA- Ir H Agus Tantomo Mbus diunggulkan oleh Partai Persatuan Pembangunan (PPP) untuk lolos ke Senayan, sebagai anggota DPR RI. PPP menilai Agus bisa diandalkan jika menjadi anggota DPR RI nanti, mengingat kemampuan, wawasan dan pengalaman Agus Tantomo. Hal ini diungkapkan dua petinggi PPP, masing-masing Wakil Ketua DPW PPP Kaltim HM Darwin Perajin dan Ketua DPC PPP Bontang H Adam Malik.
“Kami bekerja total untuk Pak Agus Tantomo. Beliau satu-satunya caleg DPR RI yang sering turun ke daerah,” kata Adam Malik, kepada Kaltim Post, kemarin.
Menurut mantan wakil walikota Bontang ini, hingga kini hanya Agus Tantomo, caleg DPR RI yang turun ke daerah khususnya Bontang. Ini menunjukkan keseriusan Agus Tantomo untuk menjadi wakil rakyat. Selain melakukan sosialisasi, Agus menyerap aspirasi masyarakat.
”Secara kemampuan, wawasan dan pengalaman, Pak Agus Tantomo memenuhi syarat. Beliau juga rajin turun ke lapangan. Karena itulah kami sangat mendukung beliau,” kata Adam.
Untuk mensukseskan Agus Tantomo menuju Senayan, menurut Adam Malik, ia dan tim nya di Bontang bekerja keras dengan melakukan sejumlah kegiatan pemenangan. ”Pokoknya, kami satu suara, hanya Agus Tantomo untuk DPR RI,” kata Adam Malik.
Secara terpisah, Wakil Ketua DPW PPP Kaltim HM Darwin Perajin juga mengatakan hal senada. Menurut dia, mereka bekerja all out untuk kemenangan Agus Tantomo. ”Saya berharap dua kursi di DPR RI pada Pemilu legislatif ini. Agus Tantomo adalah caleg utama yang diunggulkan untuk lolos ke Senayan. Jika dapat dua kursi, kita berharap caleg PPP lainnya,” kata Darwin yang dihubungi pertelepon kemarin.
Ia menilai, Agus Tantomo yang merupakan kader baru di PPP, sangat layak menjadi wakil rakyat Kaltim di Senayan. Agus merupakan figur yang cerdas, muda dan berpengalaman. ”Pak Agus adalah figur yang dibutuhkan Kaltim untuk menjadi wakilnya di Pemerintah Pusat. Dengan kecerdasan, wawasan dan pengalaman beliau yang pernah menjadi wakil rakyat di DPRD Kaltim, PPP yakin Agus adalah yang terbaik,” ujar Darwin.
Dari sejumlah riset yang dilakukan lembaga riset juga menyebutkan, Agus Tantomo unggul masuk di 5 besar nama-nama caleg DPR RI yang bakal lolos ke Senayan. Agus tak sekedar populer di masyarakat Kaltim, tapi juga dipilih karena dinilai memiliki kemampuan, wawasan serta pengalaman yang mumpuni.
”Caleg yang ekonominya mapan, lebih baik dibanding caleg yang uangnya ngepas (pas-pasan, red). Karena yang ekonominya mapan, relatif lebih rendah kemungkinan korupsinya. Tapi kalau yang ekonominya pas-pasan, akhirnya di DPR hanya cari duit,” demikian salah satu SMS aspirasi yang diterima tim Agus Tantomo.
Ratusan SMS yang diterima pun mengatakan hal senada. ”Kami tahu, Pak Agus sudah cukup banyak uang. Gak mungkin korupsi kalau jadi wakil rakyat,” tulis Jamal, warga Balikpapan dengan nomor telepon seluler 08154512xxxx.
Dari ribuan SMS aspirasi yang diterima, tak sedikit doa untuk Agus Tantomo. Banyak masyarakat yang berharap Agus Tantomo lolos ke Senayan menjadi wakil rakyat Kaltim di sana. (art)

Agus Tantomo Layak ke Senayan


Ridwan Suwidi – Zainal Muttaqien Dukung Agus

SAMARINDA – Dua tokoh Kaltim berpendapat sama terhadap Ir H Agus Tantomo Mbus, caleg DPR RI nomor urut 2 dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Mereka menilai, Agus Tantomo layak menjadi wakil Kaltim di DPR RI, mengingat kemampuan personal yang sudah teruji selama ini dan dikenal konsisten terhadap sikap. Kedua tokoh Kaltim dimaksud masing-masing Bupati Paser HM Ridwan Suwidi dan Direktur Utama Kaltim Post H Zainal Muttaqin.
“Saya kenal betul Pak Agus Tantomo. Beliau sangat konsisten dengan sikap dan saya yakin, beliau dapat melaksanakan amanah jika di Senayan (jadi anggota DPR RI) nanti,” kata Ridwan Suwidi, yang merupakan teman Agus Tantomo ketika masih sama-sama menjadi anggota DPRD Kaltim dua periode lalu.
Menurut Ridwan, ketika masih di gedung Karang Paci, Agus dikenal sangat vokal dalam menyuarakan kepentingan rakyat. Tak jarang ia bersitegang dengan anggota Dewan lainnya, dalam penyusunan anggaran. “Pak Agus Tantomo waktu itu anggota Panitia Anggaran di DPRD Kaltim. Beliau konsisten memperjuangkan sebuah anggaran yang memang dibutuhkan masyarakat,” kata Ridwan.
Ia menambahkan, Agus Tantomo merupakan figur yang memang dibutuhkan Kaltim untuk duduk di DPR RI sebagai wakil rakyat Kaltim. Sebagai kepala daerah pun, Ridwan Suwidi berharap Agus Tantomo bisa lolos ke Senayan. Karena banyak sekali hal yang harus diperjuangkan anggota DPR RI di Pemerintah Pusat untuk daerah.
“Pak Agus Tantomo, untuk menjadi anggota Dewan, tidak perlu dibekali apapun lagi. Beliau cerdas dan berpengalaman. Sehingga aspirasi kita di daerah, saya yakin, tanpa harus kita jelaskan pun, beliau sudah ngerti sendiri, bahwa ini harus diperjuangkan di pusat. Saya kira, Pak Agus Tantomo harus didukung untuk untuk bisa lolos ke Senayan,” tegas Ridwan Suwidi.
Secara terpisah, Zainal Muttaqin, bos Group Kaltim Post pendapat hampir senada. Ia pun pernah menulis komentarnya ini di sebuah rubrik di Kaltim Post halaman 1 beberapa waktu lalu. Menurut Zainal Muttaqin, Agus Tantomo yang ia kenal adalah figur yang mau belajar terhadap apa yang sedang ia lakoni. Jika ia kini kembali mencalonkan diri untuk menjadi anggota DPR RI, Zainal yakin, jauh dari target materi. Karena Agus merupakan pengusaha sukses yang secara materi sudah cukup.
“Ada beberapa pengusaha di Kaltim yang maju jadi caleg, saya yakin mereka benar-benar ingin mengabdikan dirinya untuk Kaltim. Salahsatunya adalah Agus Tantomo, yang saya tahu, beliau bisa hidup lebih secara materi tanpa harus menjadi anggota Dewan. Karena itu, saya yakin, mereka akan bekerja maksimal untuk rakyat, jika sudah duduk di lembaga wakil rakyat nanti,” kata Zainal, yang sekarang semakin sibuk mengurusi manajemen Jawa Pos Group.
Zainal punya kesan menarik pada Agus yang ia tak akan melupakannya, yakni ketika proyek listrik kerjasama Jawa Pos-Pemprov Kaltim sedang digodok. Waktu itu Agus termasuk anggota komisi yang mengurusi masalah kelistrikan ini. Di Kaltim, kata Zainal, perusahaan kelistrikan merupakan hal baru, sehingga siapun yang terlibat di dalamnya harus banyak belajar soal kelistrikan.
“Pak Agus Tantomo usai pertemuan antara manajemen Jawa Pos dengan DPRD Kaltim, menyerahkan kepada saya sebuah buku soal kelistrikan yang baru selesai ia baca. Artinya, ia tak sekedar duduk dan bicara sekedar apa yang ia ketahui soal kelistrikan, tetapi ia belajar, ia serius terhadap masalah ini,” kata Zainal mengenang.
Untuk itu, tambah Zainal, Agus Tantomo merupakan salah satu caleg pengusaha yang patut didukung untuk lolos ke Senayan. “Kaltim perlu orang cerdas, orang mapan, yang tak sekedar mencari materi di gedung wakil rakyat,” tegas Zainal Muttaqin. (art)

Jumat, 20 Februari 2009

Sistem Suara Terbanyak Hapus Sekat Agama-Golongan


Agus Tantomo pun Didoakan Pandita Buddha SAMARINDA- Keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) soal sistem suara terbanyak pada Pemilu 2009 mendatang, mengubah pesimisme rakyat menjadi sebuah harapan besar, karena dapat memilih wakilnya secara langsung sesuai pilihannya, bukan berdasarkan nomor urut yang ditentukan oleh partai. Sistem suara terbanyak ini pun menghapus sekat-sekat agama, suku dan golongan. Seperti yang terjadi pada Ir H Agus Tantomo, caleg DPR RI nomor urut 2 dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Ia pun didukung dan didoakan agar lolos ke Senayan oleh tokoh Tionghoa & Buddha. “Kalau saya jangan ditanya lagi. Saya mendukung sepenuhnya Pak Agus Tantomo. Sudah tidak diragukan lagi,” kata Maslan Tanzi, salah seorang tokoh Tionghoa Kaltim, kepada Kaltim Post, kemarin. Menurut Maslan, yang juga ketua salah satu yayasan sosial warga Tionghoa, ia tidak lagi melihat Agus Tantomo berasal caleg dari partai apa dan agamanya. “Saya menaruh harapan besar kepada Pak Agus. Saya tidak lagi melihat beliau dari partai mana, agamanya apa, tapi melihat Pak Agus Tantomo sebagai pribadi yang bisa diharapkan membawa aspirasi kami,” kata Maslan. Secara terpisah Pdt Hendri Suwito mengatakan, ia mendoakan agar Agus Tantomo bisa lolos ke Senayan, sehingga bisa membawa aspirasi masyarakat Kaltim. Pemimpin umat Buddha Kaltim ini mengaku sangat kenal dengan Agus, yang dinilainya memiliki komitmen dan konsisten terhadap apa yang diperjuangkannya untuk masyarakat. “Saya melihat beliau punya komitmen dan konsisten terhadap komitmennya itu, bahkan sejak beliau di DPRD Kaltim. Tak sedikit aspirasi yang kami sampaikan diperjuangkan beliau,” kata Hendri. Ia menaruh harapan besar kepada Agus agar bisa menjadi wakil rakyat Kaltim di pusat. Untuk itu, ia pun mendoakan agus supaya lolos ke Senayan. “Sebagai sesama umat manusia, sesama umat beragama, saya ikut mendoakan mudah-mudahan Pak Agus bisa menjadi wakil rakyat di pusat, dan dapat berbuat yang terbaik untuk rakyat Kaltim,” ujarnya. Dikatakan, selama ini tali silaturrahmi dengan Agus Tantomo sudah terbangun dengan baik. Sehingga ia sangat mengenal Agus Tantomo, yang menurutnya bisa diandalkan menjadi wakil rakyat Kaltim di pusat. “Saya selalu ingatkan beliau agar ketika terpilih nanti, harus benar-benar mengabdi untuk kepentingan rakyat Kaltim. Harus benar-benar berbuat untuk rakyat Kaltim. Dan saya yakin dengan Pak Agus, dapat menjadi wakil rakyat sebagaimana harapan rakyat,” ujarnya. Sistem suara terbanyak pada Pemilu 2009 ini memang membangun harapan baru pada masyarakat Indonesia. Masyarakat dapat memilih caleg yang dinilai mampu menjadi wakil rakyat di legislatif, bukan wakil rakyat yang sekedar status namun tak dapat memberi manfaat pada rakyat yang diwakilkannya. Agus Tantomo sendiri sebelumnya pernah duduk di DPRD Kaltim. Kini ia lebih banyak di kegiatan bisnisnya, yang juga sebagai direktur Badan Pengelola Stadion Madya Sempaja. Putera kelahiran Tanjung Redeb Berau ini sekarang kembali ke politik setelah lima tahun vakum, hanya karena melihat begitu banyaknya orang luar Kaltim mencoba menjadi anggota DPR RI dari daerah pemilihan Kaltim. “Yang memperjuangkan Kaltim ini, ya harus orang Kaltim sendiri. Tapi ironinya, banyak caleg Kaltim bukan orang Kaltim. Ini yang mendorong saya untuk maju menjadi caleg DPR RI,” kata Agus. (art)

Gemas Lihat Banyak Caleg DPR RI Bukan Orang Kaltim


Agus Tantomo; Dari Jualan Minyak Hingga Ahli Perencanaan Kota Kaltim Post, 20 Februari 2009 MENARIK juga mengikuti kisah perjalanan hidup Ir H Agus Tantomo Mbus, calon angota legislatif (caleg) DPR RI daerah pemilihan Kalimantan Timur (Kaltim) dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Dengan ’hanya’ berdagang minyak dan toko klontong, Agus bisa kuliah hingga keluar negeri. Berikut ceritanya; OEY YONG TAT. Demikian nama yang diberikan orangtua Agus Tantomo. Maklum, Agus adalah putera keturunan Tionghoa kelahiran Tanjung Redeb, Berau. Agus Tantomo yang lahir pada 26 Agustus 1968, merupakan anak ke 7 dari 8 bersaudara. Menjadi adik bagi 6 kakaknya, bukan berarti Agus Tantomo bermanja-manja di masa kecilnya. Ia harus ikut membantu orangtuanya berjualan. Ketika SD hingga SMA di Tanjung Redeb, Agus kebanyakan sekolah siang hari. Sehingga pagi harinya ia manfaatkan untuk membantu orangtuanya jualan minyak alias BBM. Setelah BBM, keluarga Agus Tantomo mencoba berdagang klontong dan juga sukses. Setelah lulus SMA, orangtua Agus Tantomo ingin anaknya melanjutnya pendidikan ke perguruan tinggi. Agus kemudian memilih kuliah S1 Tehnik Perencanaan Kota & wilayah di Universitas 45 Makassar. Selesai S1, Agus melanjutkan kuliah S2 mengambil gelar MBus property di Royal Melbourne Istitute of Technologi, Australia. “Semua ilmu yang saya peroleh semasa kuliah, kini benar-benar saya manfaatkan, dengan memilih berbisnis di bidang konstruksi,” kata Agus kepada Kaltim Post, dalam sebuah perbincangan di kediamannya, kemarin. Agus pun akan ‘melahap habis’ jika diajak bicara soal perencanaan kota & wilayah. Maklum, ia memang menguasai masalah ini. “Ilmu saya ini juga sempat sangat berguna ketika saya mendapat kesempatan menjadi anggota DPRD Kaltim,” kata Agus, yang di keluarganya dipanggil dengan sebutan ‘Atat’. Ia memang sempat menjadi anggota DPRD Kaltim tahun 1994-1998 dari Fraksi PDIP. Ketika masih duduk di Dewan, peran Agus sangat menonjol. Namanya pun kerap mewarnai media lokal, mengkritisi banyak hal di Kaltim. “Saya pernah bergabung di PDIP sebagai pilihan politik saya. Namun waktu pun berkata lain, hingga akhirnya akhir tahun 2008 lalu, saya memutuskan untuk mengubah pilihan politik saya ke partai Islam, PPP,” jelas Agus. Agus memang mualaf. Kini ia menjadi Islam yang taat hingga akhirnya memilih partai Islam PPP ketika kembali ke politik. Selama tidak di DPRD Kaltim, selama itu pula Agus ‘cuti’ dalam urusan politik. Waktu lebih banyak ia habiskan untuk bisnis, bekerja dan mengurusi keluarga. Pernikahannya dengan wanita Berau, Istiklaliyah, dikarunia dua putra dan seorang puteri. Anak pertama; Dylan Ekadewantara Tantomo Putra, sudah sekolah kelas II di SD Islam Bunga Bangsa, Samarinda. Kemudian yang kedua Raditya Mahawira Tantomo Putra dan yang bungsu, seorang anak cantik nan jelita; Ratna Rasimi Tantomo Putri. “Mereka sedang lucu-lucunya, sehingga saya selalu merasa ingin pulang dan bermain bersama mereka,” ujar Agus. Selain menjalankan bisnis di bidang konstruksi, Agus diberi amanah oleh Pemprov Kaltim untuk mengurusi Stadion Madya Sempaja, sebagai direktur utama badan pengelolanya. Di tengah kepenatan menjalani waktu, Agus memiliki hobi mengendarai motor gede (moge) Harley Davidson. “Kalau sudah naik motor ini, rasanya muda terus, walau saya memang masih muda. Hahahaha… ,” kata Agus. Sekarang, Agus mencoba kembali ke politik, sebagai jalan untuk memberi sesuatu yang bernilai kepada rakyat Kaltim. Menurut Agus, ia merasa hidup untuk diri sendiri dan keluarga sudah cukup. “Kini, saatnya saya kembali ngurusin rakyat melalui pencalonan sebagai calon anggota DPR RI dari PPP. Saya ingin hidup tak hanya bermanfaat bagi diri sendiri dan keluarga, tetapi juga bermanfaat untuk orang banyak. Mudah-mudahan cita-cita ini terwujud,” ujar Agus. Salah satu alasan Agus mau dicalonkan sebagai caleg DPRRI, karena ia gemas melihat begitu banyaknya caleg DPR RI yang bukan orang Kaltim. “Yang ngurusin Kaltim ini, ya harus orang Kaltim. Masa rumah kita sendiri diurus orang lain. Banyak tidak terurusnya nanti,” ujar Agus. (art)

Komunikasi Agus Tantomo Lewat Blog-Facebook


Masalah Domisili Caleg di Luar Kaltim Ramai Dibahas Kaltim Post, 12 Februari 2009
SAMARINDA – Ir H Agus Tantomo Mbus, calon anggota Legislatif (caleg) DPRRI No urut 2 dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) benar-benar memanfaatkan dunia jejaring untuk melakukan komunikasi dengan masyarakat, khususnya masyarakat Kaltim. Saat ini Agus Tantomo memiliki blog dan Facebook, yang bisa diakses siapapun di dunia maya. “Segala lini kita manfaatkan untuk melakukan komunikasi dengan masyarakat, baik menjaring aspirasi, opini maupun diskusi. Masyarakat Kaltim yang menjadi anggota Facebook sudah mencapai ribuan orang. Ini sarana efektif sebagai sarana komunikasi,” kata Agus Tantomo, kepada Kaltim Post, kemarin. Untuk blog, bisa diakses di alamat www.agustantomo.blogspot.com. Sementara untuk Facebook, bisa diakses dengan terlebih dahulu menjadi anggota Facebook dan berteman dengan Agus Tantomo. Ditanya mengapa memilih blog, menurut Agus Tantomo, yang diperlukan sekarang adalah komunikasi aktif dua arah, tidak hanya satu arah. Begitu juga alasan memilih Facebook, yang bisa saling bertukar informasi, opini, foto bahkan video. Ia sengaja menggunakan perangkat Blackbarry agar setiap perkembangan di Facebook dapat diupdate-nya selama 24 jam. “Jika ada komentar berkenaan dengan saya, bisa langsung saya respon,” ujar Agus. Saat ini yang tengah ramai menjadi perbincangan di Facebook adalah masalah caleg DPR RI yang bukan warga Kaltim atau sekedar numpang lahir di Kaltim, karena caleg yang seperti ini berdampak pada kegigihannya dalam memperjuangkan nasib rakyat Kaltim di Senayan. Dalam Facebook, Agus berpendapat bahwa Lahir dan menetap di Kaltim saja tak cukup sebagai modal berjuang di Senayan, tetapi penguasaan persoalan, kemampuan dan pengalaman adalah utama. “Ini juga sudah pernah saya sampaikan di Kaltim Post kemarin (Lusa). Memang belum jadi jaminan orang yang lahir dan tinggal di Kaltim bisa berjuang di Senayan tanpa kemampuan dan didukung oleh pengalaman,” ujar mantan anggota DPRD Kaltim ini. Menanggapi pendapat Agus tersebut, seorang anggota Facebook berpendapat bahwa, kejujuran dan tidak korupsi menjadi syarat utama menjadi caleg. “Nambahin nih,...gak cukup juga cuma penguasan persoalan, pengalaman, kemampuan, tapi juga tulus berjuang, memang benar-benar utk kebaikan umat, jujur, gak korupsi, gak KKN. Jadi anggota legislatif bukan untuk hidup enak. Kalau itu bisa terbukti, gak usah disuruh pun, orang pun akan milih,” ujar salah seorang anggota Facebook itu. Masih banyak komentar-komentar lain yang menyoal kondisi Kaltim khususnya sarana infrastruktur yang payah. “Insyaallah, masalah infrastruktur akan menjadi prioritas saya jika Allah berkehendak saya lolos ke Senayan (DPR RI). Saya ikut merasakan masalah ini, ketika saya harus pulang kampung, di Tanjung Redeb, Berau. Saya bisa bermalam di jalan karena jalan yang harus antri karena rusak parah, apalagi ketika hujan,” kata Agus. Selain Facebook dan blog, Agus juga membuka jalur aspirasi lewat SMS di nomor 081253992003. Jalur ini terbilang sangat banyak dimanfaatkan warga, karena teknologi telefon seluler sudah digunakan masyarakat hingga ke daerah pelosok. SMS yang masuk rata-rata mengeluhkan masalah infrastruktur di Kaltim khususnya jalan, desakan untuk segera mengatasi persoalan ekonomi dan tak sedikit yang juga bicara soal anggota DPR RI asal Kaltim yang bukan orang Kaltim. “Saya imbau kepada masyarakat Kaltim, untuk jeli melihat caleg yang memang orang Kaltim atau bukan. Sudah pasti orang Kaltim yang membela daerahnya,” ujar Darwan, warga Tanah Grogot, Pasir lewat SMS-nya. (art)

Kamis, 05 Februari 2009

Luncurkan Iklan Baru, Agus Tampil Beda


KALTIM POST, JUMAT 6 FEBRUARI 2009 (HALAMAN 2)

SAMARINDA – Ir H Agus Tantomo Mbus, caleg No 2 DPR RI dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP), sejak dua hari lalu meluncurkan iklan terbarunya sebanyak 3 versi. Iklan luar ruang tersebut saat ini baru dipasang di 4 titik di dua kota; Samarinda dan Balikpapan. Agus Tantomo pun mendapat tanggapan beragam dari sejumlah kalangan, yang mengaku tertarik dengan semua iklan tersebut.
“Kepada tim kerja, saya minta agar kita tampil beda dan kreatif. Karena begitu banyaknya caleg yang juga berkampanye, sehingga dalam menciptakan media kampanye, harus benar-benar berpegang pada strategi marketing, yang salah satunya adalah diferensiasi (berbeda),” kata Agus Tantomo, kepada Kaltim Post, kemarin.
Menurut Agus Tantomo, ada tiga versi visual billboard yang dipasang, yakni versi agenda, versi rubix dan versi angka. Versi agenda dipasang di simpang empat Jln Agus Salim-Basuki Rahmat Samarinda, sementara versi angka dan versi rubix, dipasang di traffic light Jln Slamet Riyadi depan Jembatan Mahakam. Sementara di Balikpapan di pasang di Jln Soekarno-Hatta KM I dan Jln MT Haryono, dekat kantor PDAM.
Dari pengamatan media ini, materi yang ditampilkan Agus Tantomo memang berbeda. Tidak mengajak memilih tetapi berupa imbaun moral untuk membangun negeri. “Inilah komitmen saya, memberikan yang terbaik bagi negeri dengan komitmen dan konsistensi, seperti yang tertulis di billboard saya,” ujar Agus Tantomo.
Di ketiga versi iklan luar ruang Agus Tantomo, tertulis kalimat ‘Sejahterakan Negeri itu Ilmu Pasti. Yang penting komitmen dan Konsistensi”. Kemudia di billboard lainnya “Memberikan yang terbaik bagi negeru adalah pilihan pasti. Komitmen dan konsistensi”. Terakhir,”Jangan spekulasi ngurus negeri ini. Kita perlu yang pasti”.
Khairul, anggota tim kreatif yang menciptakan iklan tersebut kepada harian ini mengatakan, pesan yang ingin disampaikan lewat iklan tersebut adalah, bahwa untuk mensejahterakan negeri ini sama dengan ilmu pasti. Artinya, sepanjang ada komitmen dan konsistensi, tak perlu banyak janji, negeri ini akan sejahtera.
“Para petinggi negeri terlalu banyak janji, apalagi ketika Pemilu atau Pilkada. Tapi tidak ada komitmen dan tidak konsisten pada janji, akhirnya kita tidak bisa sejahtera,” kata Khairul.
Selain itu, pesan yang ingin disampaikan, yakni upaya mengingatkan kepada masyarakat untuk tidak spekulasi memberi kepercayaan kepada orang tertentu mengurus negeri ini.
“Jangan melihat gagah, cantik, kemudian dipilih. Baik di kemasan, tapi jelek produknya. Jangan sampai ini terjadi,” kata Khairul. (art)

Rabu, 04 Februari 2009

Agus Tantomo Gerah Banyak Caleg ‘Dropping’

Salah Satu Alasan Jadi Caleg DPR RI
KALTIM POST, Rabu 4 Februari 2009

SAMARINDA – Kemunculan Ir H Agus Tantomo Mbus sebagai calon anggota legislatif (caleg) DPR RI dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) agak mengejutkan sejumlah kalangan. Maklum, Agus selama ini dikenal sebagai politisi bahkan dedengkotnya PDI Perjuangan. Setelah hampir 5 tahun tidak berkiprah di panggung politik, Agus tiba-tiba muncul menggunakan ‘baju hijau’.
“Ada dua alasan mengapa saya terjun kembali ke politik dan menjadi caleg,” kata Agus Tantomo, saat ditemui di kediamannya, kemarin.
Alasan pertama, menurut Agus, kegerahannya melihat banyaknya calon anggota DPR RI yang bukan orang Kaltim alias dropping. Bahkan, tak sedikit anggota DPR RI daerah pemilihan Kaltim yang sekarang duduk di Senayan, bukan berasal dari Kaltim.
“Kalau bukan orang Kaltim, yang baru ke Kaltim ketika ada pencalonan, bagaimana bisa ia akan getol memperjuangkan Kaltim? Wajar saja kalau kita (Kaltim) tidak mendapat kue pembangunan yang besar dari Pusat,” ujar Agus.
Ia mengaku miris melihat kondisi ini. Ini pula yang menjadi alasan utama bagi Agus Tantomo untuk maju menjadi caleg DPRRI. “Siapa lagi yang mau getol berjuang untuk daerahnya, kalau bukan orang daerah sendiri. Karena itu saya maju, menjadi orang Kaltim yang berjuang di pusat,” kata Agus, putera kelahiran Tanjung Redeb, Berau.
Lulusan Royal Melbourne Istitute of Technologi, Australia dengan gelar Bussines (Mbus) ini mengaku memahami persoalan Kaltim. Ia pun kerap diundang untuk menyampaikan pandangannya terhadap persoalan Kaltim di sejumlah kesempatan terutama masyarakat kampus.
“Syarat utama memperjuangkan kemajuan daerah adalah mengenal benar daerah yang akan kita perjuangan. Itupun masih belum cukup. Setelah kenal, kuasai persoalannya,” kata Agus.
Alasan kedua ia maju menjadi caleg DPRRI, karena ia menganggap perjuangan orang Kaltim di Jakarta, masih belum maksimal selama ini. Dengan kemampuan diri dan jaringan kerja yang ia bangun selama ini di pusat, ia yakin, sangat membantu upaya memperjuangkan hak-hak Kaltim di Pemerintah Pusat.
“Kekuatan lobi juga sangat menentukan. Saya yakin, hubungan baik yang saya bangun dengan sejumlah pihak di Jakarta selama ini, akan semakin memudahkan upaya kita memperjuangkan hak-hak masyarakat Kaltim. Saya menyadari semua potensi ini, sehingga saya pun yakin untuk maju,” tegas Agus.
Ditanya mengenai pindah partai dari ‘merah’ ke ‘hijau’, menurut Agus, semata karena alasan pribadi. Ini seiring dengan kemantapan keislamannya setelah menjadi muslim beberapa tahun lalu.
“Pertama kali saya berpolitik, terjun ke partai politik, saya masih non muslim. Tapi kini setelah saya menjadi seorang muslim, saya pun ingin berpolitik secara Islami. Tentu saya memilih partai yang berbasis pada keislaman, yakni PPP. Tidak ada masalah saya dengan partai sebelumnya. Ini hanya persoalan kemantapan hati sebagai seorang muslim,” ujar Agus yang keturunan Tionghoa ini.
Agus menyampaikan terima kasih kepada pengurus PPP Kaltim yang memberinya amanah untuk menjadi wakil rakyat di DPRRI. Walau Agus berada di nomor urut 2, bagi Agus tidak menjadi masalah. “Rakyat Kaltim adalah rakyat yang cerdas dan logis. Mereka tahu siapa yang harus dipilih untuk menjadi wakilnya di DPRRI. Nomor urut tak menjadi persoalan, terlebih-lebih dengan sistem suara terbanyak,” ujar Agus optimis. (*)

Selasa, 13 Januari 2009


Buka Blog untuk Mudahkan Komunikasi dengan Masyarakat
Cara Caleg Perkenalkan Diri Jelang Pemilu 2009
KALTIM POST, RABU 14 JANUARI 2009


Berbagai cara ditempuh calon anggota legislatif untuk memperkenalkan diri atau melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Tidak puas dengan sosialisasi satu arah seperti baliho, para calon kini mulai melirik fasilitas yang berbasis teknologi informasi seperti internet.

Anggota DPD RI asal Kaltim Eka Komariah Kuncoro sudah menggunakan fasilitas internet sejak sekitar 2 tahun lalu. Upaya ini dinilainya efektif memangkas jarak dan waktu dalam berkomunikasi dengan konstituennya. Komariah Kuncoro kini memiliki alamat jaringan yang bisa diakses bebas. Selain itu, dia juga memiliki blog untuk memfasilitasi komunitasnya.

“Saya pikir perkembangan teknologi harus bisa memudahkan komunikasi,” ucap perempuan yang kembali mencalonkan diri di DPD RI ini. Blog adalah singkatan dari "web log" yang bentuk aplikasi web yang menyerupai tulisan-tulisan (yang dimuat sebagai posting) pada sebuah halaman web umum. Situs web dapat diakses oleh semua pengguna internet sesuai dengan topik dan tujuan dari si pengguna blog.

Mengenai kampanye atau sosialisasi yang bisa dilakukan melalui fasilitas ini, dia mengakuinya. Namun bukan itu saja yang menurutnya, bisa diperoleh dari membuka layanan online. Komunikasi dua arah, dianggapnya tetap lebih efektif untuk meyakinkan calon pemilih.

Tapi itu tidak bisa dilakukan setiap saat dan harus dilakukan dengan biaya yang mahal. Sementara dengan fasilitas dunia maya, dia bisa dengan mudah menerima informasi dari konstituennya, baik usulan, kritikan atau sekadar ucapan selamat.

Tapi, menurut Komariah, justru dengan komunikasi ini, dia bisa menilai konstituen yang benar-benar memiliki loyalitas dukungan. “Biasanya ada juga yang nakal dan memberikan kritikan pedas, atau bahkan memberikan umpatan. Tapi itu malah bagus, karena langsung saya bisa menerimanya. Saya menjadi mudah menyimpulkan bahwa kinerja saya masih kurang,” ucapnya.

Apakah itu saja alat yang akan digunakannya dalam kampanye nanti? Komariah membantahnya. Menurutnya pemasangan baliho, iklan di korang atau media massa lain juga efektif. Untuk kondisi tertentu, beberapa media diakuinya harus disesuaikan dengan segmen yang dituju.

“Kalangan menengah ke atas saya pikir tidak sepenuhnya memerhatikan baliho yang ada di pinggir jalan. Atau iklan di koran, tapi untuk segmen lain, perkenalan diri seperti itu masih diperlukan,” ucapnya.

Lantas berapa uang yang dikeluarkan lulusan Fakultas Kehutanan IPB Bogor ini untuk mengelola jaringannya? Dia enggan membeberkan dana yang dikeluarkan di media. Dia hanya mengatakan, dana untuk keperluannya itu, lebih banyak daripada biaya yang dikeluarkannya untuk memasang iklan di radio. Selama ini, memasang iklan di radio, sudah dilakukannya karena jangkauannya lebih luas.

Langkah yang dilakukan Komariah, juga dilakukan calon anggota legislatif untuk DPR RI dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Agus Tantomo. Membuka diri melalui layanan internet diakuinya sebagai strategi memperkenalkan diri, khususnya bagi pemilih kalangan menengah ke atas. Namun layanan yang tersedia di alamat yang dimilikinya, masih belum lengkap dan masih terlihat apa adanya.

“Memang masih perlu penyempurnaan. Untuk isi belum lengkap karena memang baru sekitar sebulan lalu diluncurkan,” ujarnya.

Alasan yang dikemukakan Agus memilih media ini karena memang tidak memiliki waktu yang cukup untuk bertatap muka dengan konstituen. “Lebih mudah seperti ini, memang yang mengunjungi belum banyak. Tapi saya yakin ini lebih efektif daripada hanya memasang baliho atau tanda gambar lain,” ujarnya.

Tapi tidak semua calon menggunakan media itu untuk bersosialisasi. Anggota DPRD Kaltim dari Partai Golkar, Encik Widyani mengaku belum membuka personal blog di internet. Ia menilai fasilitas kampanye di daerah pemilihannya lebih mementingkan tatap muka dan perkenalan melalui tanda gambar. “Saya masih melakukan pertemuan dengan pemilih. Itu yang lebih efisien. Pasang baliho dan tanda gambar lebih efektif,” ujarnya. (*/obi)