Mahmud-Hartono Optimis Agus Tembus DPR RI
SAMARINDA – Kaltim dengan segenap kekayaan dan persoalannya berkenaan dengan kebijakan Pemerintahn Pusat, membutuhkan intelektual muda untuk duduk di DPR RI, mewakili rakyat Kaltim guna memperjuangkan aspirasi bagi kesejahteraan rakyat. Alangkah indahnya jika masyarakat Kaltim yang beragam suku budayanya ini juga dapat terwakilkan di lembaga legislatif. Tentu dengan catatan, harus figur yang mumpuni.
Demikian wawancara dengan dua tokoh masyarakat Kaltim secara terpisah, kemarin, masing-masing tokoh masyarakat Bugis Makkasar H Mahmud ZA dan tokoh masyarakat Dayak Rudi Hartono. Mereka diwawancarai berkenaan dengan banyaknya pilihan caleg pada Pemilu 2009, khususnya caleg DPRRI. Mereka berpendapat, masyarakat harus jeli dalam memilih caleg karena menyangkut nasib Kaltim hingga 5 tahun mendatang.
“Untuk membela Kaltim, kita perlu orang muda yang berwawasan,” kata Mahmud dan Hartono, sependapat.
Mahmud yang juga ketua presidium Forum Kerukunan Persaudaraan Masyarakat Kalimantan Timur (FKPMKT) mengatakan, di FKPMKT terdapat perwakilan seluruh etnis dan suku di Kaltim termasuk Tionghoa. Ia menyebut nama Ir H Agus Tantomo Mbus sebagai figur yang tepat untuk duduk di DPR RI.
“Selain masalah keterwakilan, Pak Agus Tantomo menurut saya, adalah figur yang mumpuni, sebagai intelektual muda. Beliau adalah orang bisnis, yang sudah terbiasa mengambil kebijakan-kebijakan strategis, dengan latar belakang kemampuannya,” ujar Mahmud, yang juga suami dari calon anggota DPD Ir Hj Nur Andriyani Mahmud.
Dikatakannya, Agus Tantomo, selain memiliki kemampuan intelektual, juga punya pengalaman duduk di DPRD Kaltim. Sehingga ia optimis, kepentingan Kaltim di pusat akan terakomodir jika Kaltim diwakili oleh figur dengan kapasitas dan kapabilitas seperti Agus Tantomo.
“Sebaiknya kita berikan kesempatan kepada orang muda untuk membawa kepentingan rakyat Kaltim di Pusat. Orang muda tentu lebih enerjik dan kreatif, apalagi dengan bobok intelektualitasnya yang mumpuni. Ini sangat menguntungkan Kaltim,” tegasnya.
Sementara secara terpisah, Rudi Hartono, tokoh masyarakat Dayak mengatakan, untuk memperjuangkan Kepentingan Kaltim di Pusat, tentu harus menguasai persoalan Kaltim. Tinggal menetap di Kaltim pun, menurut Hartono, belum tentu menguasai persoalan Kaltim.
“Sesama putera kelahiran Tanjung Redeb, Berau, saya tahu betul tindak tanduk Pak Agus itu. Beliau rutin pulang ke Berau dan lebih sering memilih melewati jalan darat. Padahal dengan keadaan ekonominya, tak menjadi persoalan bagi Pak Agus untuk ke Berau dengan pesawat. Tapi beliau memilih lewat darat, agar memahami benar persoalan Kaltim khususnya infrastruktur,” kata ketua sejumlah organisasi masyarakat Adat Dayak ini.
Hartono aktif di organisasi masyarakat Adat Dayak, antara lain Ketua Dewan Ketahanan Adat Dayak Kutai Banjar Kaltim, wakil ketua Laskar Dayak Kaltim dan beberapa organisasi lainnya.
Menurut Hartono, rakyat harus jeli dalam memilih caleg pada Pemilu mendatang, agar Kaltim tidak seperti sekarang, yang nasibnya tidak maksimal diperjuangkan di pusat. Jika salah pilih, maka Kaltim kembali diperlakukan tidak adil oleh pemerintah pusat hingga 5 tahun mendatang.
“Kami optimis Pak Agus Tantomo terpilih ke Senayan. Saya berharap, agar aspirasi masyarakat Dayak bisa diperjuangkan,” ujar Hartono.
Mahmud pun demikian, yang mengaku optimis bahwa Agus Tantomo akan dipilih rakyat Kaltim untuk menjadi pejuang Kaltim di Jakarta. “Insyaallah. Dalam kondisi seperti ini, masyarakat tidak lagi melihat Agus Tantomo itu berasal dari partai mana. Masyarakat lebih melihat figur, karena kebutuhan rakyat Kaltim terhadap figur yang mumpuni,” ujar Mahmud. (art)
Sabtu, 28 Maret 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar