Jumat, 20 Februari 2009

Gemas Lihat Banyak Caleg DPR RI Bukan Orang Kaltim


Agus Tantomo; Dari Jualan Minyak Hingga Ahli Perencanaan Kota Kaltim Post, 20 Februari 2009 MENARIK juga mengikuti kisah perjalanan hidup Ir H Agus Tantomo Mbus, calon angota legislatif (caleg) DPR RI daerah pemilihan Kalimantan Timur (Kaltim) dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Dengan ’hanya’ berdagang minyak dan toko klontong, Agus bisa kuliah hingga keluar negeri. Berikut ceritanya; OEY YONG TAT. Demikian nama yang diberikan orangtua Agus Tantomo. Maklum, Agus adalah putera keturunan Tionghoa kelahiran Tanjung Redeb, Berau. Agus Tantomo yang lahir pada 26 Agustus 1968, merupakan anak ke 7 dari 8 bersaudara. Menjadi adik bagi 6 kakaknya, bukan berarti Agus Tantomo bermanja-manja di masa kecilnya. Ia harus ikut membantu orangtuanya berjualan. Ketika SD hingga SMA di Tanjung Redeb, Agus kebanyakan sekolah siang hari. Sehingga pagi harinya ia manfaatkan untuk membantu orangtuanya jualan minyak alias BBM. Setelah BBM, keluarga Agus Tantomo mencoba berdagang klontong dan juga sukses. Setelah lulus SMA, orangtua Agus Tantomo ingin anaknya melanjutnya pendidikan ke perguruan tinggi. Agus kemudian memilih kuliah S1 Tehnik Perencanaan Kota & wilayah di Universitas 45 Makassar. Selesai S1, Agus melanjutkan kuliah S2 mengambil gelar MBus property di Royal Melbourne Istitute of Technologi, Australia. “Semua ilmu yang saya peroleh semasa kuliah, kini benar-benar saya manfaatkan, dengan memilih berbisnis di bidang konstruksi,” kata Agus kepada Kaltim Post, dalam sebuah perbincangan di kediamannya, kemarin. Agus pun akan ‘melahap habis’ jika diajak bicara soal perencanaan kota & wilayah. Maklum, ia memang menguasai masalah ini. “Ilmu saya ini juga sempat sangat berguna ketika saya mendapat kesempatan menjadi anggota DPRD Kaltim,” kata Agus, yang di keluarganya dipanggil dengan sebutan ‘Atat’. Ia memang sempat menjadi anggota DPRD Kaltim tahun 1994-1998 dari Fraksi PDIP. Ketika masih duduk di Dewan, peran Agus sangat menonjol. Namanya pun kerap mewarnai media lokal, mengkritisi banyak hal di Kaltim. “Saya pernah bergabung di PDIP sebagai pilihan politik saya. Namun waktu pun berkata lain, hingga akhirnya akhir tahun 2008 lalu, saya memutuskan untuk mengubah pilihan politik saya ke partai Islam, PPP,” jelas Agus. Agus memang mualaf. Kini ia menjadi Islam yang taat hingga akhirnya memilih partai Islam PPP ketika kembali ke politik. Selama tidak di DPRD Kaltim, selama itu pula Agus ‘cuti’ dalam urusan politik. Waktu lebih banyak ia habiskan untuk bisnis, bekerja dan mengurusi keluarga. Pernikahannya dengan wanita Berau, Istiklaliyah, dikarunia dua putra dan seorang puteri. Anak pertama; Dylan Ekadewantara Tantomo Putra, sudah sekolah kelas II di SD Islam Bunga Bangsa, Samarinda. Kemudian yang kedua Raditya Mahawira Tantomo Putra dan yang bungsu, seorang anak cantik nan jelita; Ratna Rasimi Tantomo Putri. “Mereka sedang lucu-lucunya, sehingga saya selalu merasa ingin pulang dan bermain bersama mereka,” ujar Agus. Selain menjalankan bisnis di bidang konstruksi, Agus diberi amanah oleh Pemprov Kaltim untuk mengurusi Stadion Madya Sempaja, sebagai direktur utama badan pengelolanya. Di tengah kepenatan menjalani waktu, Agus memiliki hobi mengendarai motor gede (moge) Harley Davidson. “Kalau sudah naik motor ini, rasanya muda terus, walau saya memang masih muda. Hahahaha… ,” kata Agus. Sekarang, Agus mencoba kembali ke politik, sebagai jalan untuk memberi sesuatu yang bernilai kepada rakyat Kaltim. Menurut Agus, ia merasa hidup untuk diri sendiri dan keluarga sudah cukup. “Kini, saatnya saya kembali ngurusin rakyat melalui pencalonan sebagai calon anggota DPR RI dari PPP. Saya ingin hidup tak hanya bermanfaat bagi diri sendiri dan keluarga, tetapi juga bermanfaat untuk orang banyak. Mudah-mudahan cita-cita ini terwujud,” ujar Agus. Salah satu alasan Agus mau dicalonkan sebagai caleg DPRRI, karena ia gemas melihat begitu banyaknya caleg DPR RI yang bukan orang Kaltim. “Yang ngurusin Kaltim ini, ya harus orang Kaltim. Masa rumah kita sendiri diurus orang lain. Banyak tidak terurusnya nanti,” ujar Agus. (art)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar