Rabu, 04 Februari 2009

Agus Tantomo Gerah Banyak Caleg ‘Dropping’

Salah Satu Alasan Jadi Caleg DPR RI
KALTIM POST, Rabu 4 Februari 2009

SAMARINDA – Kemunculan Ir H Agus Tantomo Mbus sebagai calon anggota legislatif (caleg) DPR RI dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) agak mengejutkan sejumlah kalangan. Maklum, Agus selama ini dikenal sebagai politisi bahkan dedengkotnya PDI Perjuangan. Setelah hampir 5 tahun tidak berkiprah di panggung politik, Agus tiba-tiba muncul menggunakan ‘baju hijau’.
“Ada dua alasan mengapa saya terjun kembali ke politik dan menjadi caleg,” kata Agus Tantomo, saat ditemui di kediamannya, kemarin.
Alasan pertama, menurut Agus, kegerahannya melihat banyaknya calon anggota DPR RI yang bukan orang Kaltim alias dropping. Bahkan, tak sedikit anggota DPR RI daerah pemilihan Kaltim yang sekarang duduk di Senayan, bukan berasal dari Kaltim.
“Kalau bukan orang Kaltim, yang baru ke Kaltim ketika ada pencalonan, bagaimana bisa ia akan getol memperjuangkan Kaltim? Wajar saja kalau kita (Kaltim) tidak mendapat kue pembangunan yang besar dari Pusat,” ujar Agus.
Ia mengaku miris melihat kondisi ini. Ini pula yang menjadi alasan utama bagi Agus Tantomo untuk maju menjadi caleg DPRRI. “Siapa lagi yang mau getol berjuang untuk daerahnya, kalau bukan orang daerah sendiri. Karena itu saya maju, menjadi orang Kaltim yang berjuang di pusat,” kata Agus, putera kelahiran Tanjung Redeb, Berau.
Lulusan Royal Melbourne Istitute of Technologi, Australia dengan gelar Bussines (Mbus) ini mengaku memahami persoalan Kaltim. Ia pun kerap diundang untuk menyampaikan pandangannya terhadap persoalan Kaltim di sejumlah kesempatan terutama masyarakat kampus.
“Syarat utama memperjuangkan kemajuan daerah adalah mengenal benar daerah yang akan kita perjuangan. Itupun masih belum cukup. Setelah kenal, kuasai persoalannya,” kata Agus.
Alasan kedua ia maju menjadi caleg DPRRI, karena ia menganggap perjuangan orang Kaltim di Jakarta, masih belum maksimal selama ini. Dengan kemampuan diri dan jaringan kerja yang ia bangun selama ini di pusat, ia yakin, sangat membantu upaya memperjuangkan hak-hak Kaltim di Pemerintah Pusat.
“Kekuatan lobi juga sangat menentukan. Saya yakin, hubungan baik yang saya bangun dengan sejumlah pihak di Jakarta selama ini, akan semakin memudahkan upaya kita memperjuangkan hak-hak masyarakat Kaltim. Saya menyadari semua potensi ini, sehingga saya pun yakin untuk maju,” tegas Agus.
Ditanya mengenai pindah partai dari ‘merah’ ke ‘hijau’, menurut Agus, semata karena alasan pribadi. Ini seiring dengan kemantapan keislamannya setelah menjadi muslim beberapa tahun lalu.
“Pertama kali saya berpolitik, terjun ke partai politik, saya masih non muslim. Tapi kini setelah saya menjadi seorang muslim, saya pun ingin berpolitik secara Islami. Tentu saya memilih partai yang berbasis pada keislaman, yakni PPP. Tidak ada masalah saya dengan partai sebelumnya. Ini hanya persoalan kemantapan hati sebagai seorang muslim,” ujar Agus yang keturunan Tionghoa ini.
Agus menyampaikan terima kasih kepada pengurus PPP Kaltim yang memberinya amanah untuk menjadi wakil rakyat di DPRRI. Walau Agus berada di nomor urut 2, bagi Agus tidak menjadi masalah. “Rakyat Kaltim adalah rakyat yang cerdas dan logis. Mereka tahu siapa yang harus dipilih untuk menjadi wakilnya di DPRRI. Nomor urut tak menjadi persoalan, terlebih-lebih dengan sistem suara terbanyak,” ujar Agus optimis. (*)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar