Imam Mundjiat: Intelektual Muda, Pengalaman, Orang Kaltim, Dikenal
Kaltim Post & Tribun Kaltim, edisi Rabu 1 April 2009
SAMARINDA – Semakin banyak saja tokoh Kaltim yang berharap dan mendoakan agar Ir H Agus Tantomo Mbus, caleg DPR RI nomor urut 2 dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) agar lolos ke Senayan. Harapan yang besar itu dinilai wajar diberikan kepada Agus Tantomo, karena Agus dinilai mampu mewakili Kaltim di Pemerintah Pusat, khususnya di lembaga legislative, yakni DPR RI.
Setelah dukungan dan doa datang dari petinggi PPP, bupati, mantan bupati serta professional, kini dukungan dan doa itu datang dari H Imam Mundjiat, mantan kolega Agus Tantomo ketika masih di PDIP dulu. Imam menyatakan sependapat dengan komentar mantan sekretaris DPD PDIP Kaltim Sukardi Djarwo Putero, yang menyebutkan bahwa memilih Agus Tantomo adalah kepentingan daerah, bukan kepentingan partai.
“Karena Kaltim memang membutuhkan orang seperti Pak Agus di DPR RI. Karenanya, saya sendiri caleg Partai Merdeka, tetapi saya logis melihat bahwa salah satu orang Kaltim yang patut dipilih untuk di DPR RI adalah Agus Tantomo,” kata Imam, kepada harian ini, kemarin.
Ia menyebut istilah ‘salah satunya’ mengingat ada delapan kursi yang diperebutkan untuk daerah pemilihan Kaltim. “Ada 4 modal utama Pak Agus untuk menjadi wakil Kaltim di pusat,” tambah Imam.
Keempat modal dimaksud, yakni Agus Tantomo adalah intelektual Muda. Dengan kualitas SDM yang mumpuni, Agus dapat melihat, mendengar, menganalisa dan memilih, persoalan mana saja yang prioritas untuk diperjuangkan di Jakarta untuk rakyat Kaltim.
Modal kedua yakni asli Kaltim, sehingga Agus sangat memahami persoalan Kaltim, karena tak hanya membacanya di media massa, tetapi Agus ikut merasakans persoalan Kaltim. “Karena itulah, caleg yang orang Kaltim harus prioritas dipilih. Jangan memilih caleg yang bukan orang Kaltim. Apa yang diperjuangkan kalau dia sendiri tidak tahu masalah Kaltim, karena tidak tinggal di Kaltim,” tegas Imam.
Modal ketiga, yakni pengalaman. Dengan sejumlah aktivitas Agus dan pernah juga di DPRD Kaltim, membuat Agus memiliki sejumlah pengalaman dan menambah pengetahuan tentang persoalan-persoalan Kaltim.
“Nah, modal keempat adalah sudah dikenal secara luas oleh masyarakat Kaltim. Ini juga penting, karena menjadi ukuran bahwa Pak Agus tidak elitis, tidak hanya di atas, tetapi juga sering ke bawah, ke masyarakat. Bagaimana bisa jadi wakil rakyat, kalau tidak saling mengenal. Si wakil rakyat tidak mengerti rakyatnya, si rakyat tidak tahu wakilnya,” ujar Imam.
Imam yang kini menjadi caleg DPRD Kaltim dari Partai Merdeka pun mengakui, bahwa bicara Agus, adalah bicara kepentingan Kaltim. ”Walau Pak Agus Tantomo dari partai lain sekalipun, saya tetap mendoakan dan mendukung Pak Agus. Ini bukan persoalan partainya, bukan kepentingan partai, tetapi kepentingan daerah, bahwa Kaltim perlu orang seperti Agus Tantomo,” ujar Imam, yang juga mantan anggota DPR RI dan DPRD Kaltim dari Fraksi PDIP.
Hal senada juga diungkapkan Sukardi Djarwo Putro sebelumnya. “Saya, sebagai orang PDIP menaruh harapan besar pada Agus Tantomo, dibanding caleg PDIP sendiri. Komitmennya jelas, teruji, ketika kami sama-sama di DPRD Kaltim,” ujar Djarwo, mantan ketua DPRD Kaltim itu.
Saat masih di DPRD Kaltim, tambah Djarwo, Agus dikenal gigih dalam memperjuangkan anggaran untuk daerah-daerah di Kaltim. Ia tidak pernah hanya memperjuangkan daerah asal pemilihannya, Berau, tetapi juga daerah lain.
Di akhir wawancara kemarin, Imam mengimbau agar masyarakat Kaltim memilih Agus Tantomo. ”Ada 8 kursi yang diperebutkan. Salah satu yang layak menduduki kursi itu adalah Pak Agus Tantomo. Saya mengimbau rakyat Kaltim, yang inin Kaltim maju, agar memilih Pak Agus Tantomo,” ujarnya.
Imam sendiri kini memilih ’hanya’ menjadi caleg DPRD Kaltim, bukan DPR RI. ”Saya sudah tua. Sudah lelah kalau pulang pergi Kaltim-Jakarta. Maka dari itu, serahkan ke yang muda seperti Pak Agus Tantomo,” ujar Imam. (art)
Rabu, 01 April 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar