Kamis, 05 Februari 2009

Luncurkan Iklan Baru, Agus Tampil Beda


KALTIM POST, JUMAT 6 FEBRUARI 2009 (HALAMAN 2)

SAMARINDA – Ir H Agus Tantomo Mbus, caleg No 2 DPR RI dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP), sejak dua hari lalu meluncurkan iklan terbarunya sebanyak 3 versi. Iklan luar ruang tersebut saat ini baru dipasang di 4 titik di dua kota; Samarinda dan Balikpapan. Agus Tantomo pun mendapat tanggapan beragam dari sejumlah kalangan, yang mengaku tertarik dengan semua iklan tersebut.
“Kepada tim kerja, saya minta agar kita tampil beda dan kreatif. Karena begitu banyaknya caleg yang juga berkampanye, sehingga dalam menciptakan media kampanye, harus benar-benar berpegang pada strategi marketing, yang salah satunya adalah diferensiasi (berbeda),” kata Agus Tantomo, kepada Kaltim Post, kemarin.
Menurut Agus Tantomo, ada tiga versi visual billboard yang dipasang, yakni versi agenda, versi rubix dan versi angka. Versi agenda dipasang di simpang empat Jln Agus Salim-Basuki Rahmat Samarinda, sementara versi angka dan versi rubix, dipasang di traffic light Jln Slamet Riyadi depan Jembatan Mahakam. Sementara di Balikpapan di pasang di Jln Soekarno-Hatta KM I dan Jln MT Haryono, dekat kantor PDAM.
Dari pengamatan media ini, materi yang ditampilkan Agus Tantomo memang berbeda. Tidak mengajak memilih tetapi berupa imbaun moral untuk membangun negeri. “Inilah komitmen saya, memberikan yang terbaik bagi negeri dengan komitmen dan konsistensi, seperti yang tertulis di billboard saya,” ujar Agus Tantomo.
Di ketiga versi iklan luar ruang Agus Tantomo, tertulis kalimat ‘Sejahterakan Negeri itu Ilmu Pasti. Yang penting komitmen dan Konsistensi”. Kemudia di billboard lainnya “Memberikan yang terbaik bagi negeru adalah pilihan pasti. Komitmen dan konsistensi”. Terakhir,”Jangan spekulasi ngurus negeri ini. Kita perlu yang pasti”.
Khairul, anggota tim kreatif yang menciptakan iklan tersebut kepada harian ini mengatakan, pesan yang ingin disampaikan lewat iklan tersebut adalah, bahwa untuk mensejahterakan negeri ini sama dengan ilmu pasti. Artinya, sepanjang ada komitmen dan konsistensi, tak perlu banyak janji, negeri ini akan sejahtera.
“Para petinggi negeri terlalu banyak janji, apalagi ketika Pemilu atau Pilkada. Tapi tidak ada komitmen dan tidak konsisten pada janji, akhirnya kita tidak bisa sejahtera,” kata Khairul.
Selain itu, pesan yang ingin disampaikan, yakni upaya mengingatkan kepada masyarakat untuk tidak spekulasi memberi kepercayaan kepada orang tertentu mengurus negeri ini.
“Jangan melihat gagah, cantik, kemudian dipilih. Baik di kemasan, tapi jelek produknya. Jangan sampai ini terjadi,” kata Khairul. (art)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar