
Buka Blog untuk Mudahkan Komunikasi dengan Masyarakat
Cara Caleg Perkenalkan Diri Jelang Pemilu 2009
KALTIM POST, RABU 14 JANUARI 2009
Berbagai cara ditempuh calon anggota legislatif untuk memperkenalkan diri atau melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Tidak puas dengan sosialisasi satu arah seperti baliho, para calon kini mulai melirik fasilitas yang berbasis teknologi informasi seperti internet.
Anggota DPD RI asal Kaltim Eka Komariah Kuncoro sudah menggunakan fasilitas internet sejak sekitar 2 tahun lalu. Upaya ini dinilainya efektif memangkas jarak dan waktu dalam berkomunikasi dengan konstituennya. Komariah Kuncoro kini memiliki alamat jaringan yang bisa diakses bebas. Selain itu, dia juga memiliki blog untuk memfasilitasi komunitasnya.
“Saya pikir perkembangan teknologi harus bisa memudahkan komunikasi,” ucap perempuan yang kembali mencalonkan diri di DPD RI ini. Blog adalah singkatan dari "web log" yang bentuk aplikasi web yang menyerupai tulisan-tulisan (yang dimuat sebagai posting) pada sebuah halaman web umum. Situs web dapat diakses oleh semua pengguna internet sesuai dengan topik dan tujuan dari si pengguna blog.
Mengenai kampanye atau sosialisasi yang bisa dilakukan melalui fasilitas ini, dia mengakuinya. Namun bukan itu saja yang menurutnya, bisa diperoleh dari membuka layanan online. Komunikasi dua arah, dianggapnya tetap lebih efektif untuk meyakinkan calon pemilih.
Tapi itu tidak bisa dilakukan setiap saat dan harus dilakukan dengan biaya yang mahal. Sementara dengan fasilitas dunia maya, dia bisa dengan mudah menerima informasi dari konstituennya, baik usulan, kritikan atau sekadar ucapan selamat.
Tapi, menurut Komariah, justru dengan komunikasi ini, dia bisa menilai konstituen yang benar-benar memiliki loyalitas dukungan. “Biasanya ada juga yang nakal dan memberikan kritikan pedas, atau bahkan memberikan umpatan. Tapi itu malah bagus, karena langsung saya bisa menerimanya. Saya menjadi mudah menyimpulkan bahwa kinerja saya masih kurang,” ucapnya.
Apakah itu saja alat yang akan digunakannya dalam kampanye nanti? Komariah membantahnya. Menurutnya pemasangan baliho, iklan di korang atau media massa lain juga efektif. Untuk kondisi tertentu, beberapa media diakuinya harus disesuaikan dengan segmen yang dituju.
“Kalangan menengah ke atas saya pikir tidak sepenuhnya memerhatikan baliho yang ada di pinggir jalan. Atau iklan di koran, tapi untuk segmen lain, perkenalan diri seperti itu masih diperlukan,” ucapnya.
Lantas berapa uang yang dikeluarkan lulusan Fakultas Kehutanan IPB Bogor ini untuk mengelola jaringannya? Dia enggan membeberkan dana yang dikeluarkan di media. Dia hanya mengatakan, dana untuk keperluannya itu, lebih banyak daripada biaya yang dikeluarkannya untuk memasang iklan di radio. Selama ini, memasang iklan di radio, sudah dilakukannya karena jangkauannya lebih luas.
Langkah yang dilakukan Komariah, juga dilakukan calon anggota legislatif untuk DPR RI dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Agus Tantomo. Membuka diri melalui layanan internet diakuinya sebagai strategi memperkenalkan diri, khususnya bagi pemilih kalangan menengah ke atas. Namun layanan yang tersedia di alamat yang dimilikinya, masih belum lengkap dan masih terlihat apa adanya.
“Memang masih perlu penyempurnaan. Untuk isi belum lengkap karena memang baru sekitar sebulan lalu diluncurkan,” ujarnya.
Alasan yang dikemukakan Agus memilih media ini karena memang tidak memiliki waktu yang cukup untuk bertatap muka dengan konstituen. “Lebih mudah seperti ini, memang yang mengunjungi belum banyak. Tapi saya yakin ini lebih efektif daripada hanya memasang baliho atau tanda gambar lain,” ujarnya.
Tapi tidak semua calon menggunakan media itu untuk bersosialisasi. Anggota DPRD Kaltim dari Partai Golkar, Encik Widyani mengaku belum membuka personal blog di internet. Ia menilai fasilitas kampanye di daerah pemilihannya lebih mementingkan tatap muka dan perkenalan melalui tanda gambar. “Saya masih melakukan pertemuan dengan pemilih. Itu yang lebih efisien. Pasang baliho dan tanda gambar lebih efektif,” ujarnya. (*/obi)